Postingan

CERITA TENTANG RED (1)

Gambar
Cerita ini gua dedikasikan untuk apresiasi anak RED, konon, kalau sampai gua sebut seseorang dalam blog gua artinya they are the special one who I really want to remember for my entire life gitu sih. Sengaja gua tuliskan disini ceritanya, kalau blog ini berdiri dan tidak diblokir sampai gua udah punya anak, kan bisa gua baca-baca dan ngenang lagi gitu ya. hehe
Lagipula, kenapa sih gua nulis ini?! kan GUIMnya juga belum terjun ke titik aksi?? iya, soalnya divisi kita itu isinya ada 7 orang, alhasil gua akan mobile, dan anak-anak RED juga akan mulai lebih banyak ceritanya sama masing-masing 6 pengajar titipan Tuhan itu hahahah. Gua juga tandain (1), karena memang pasti akan ada cerita panjang lagi separuh perjalanan berikutnya, gua cicil dulu setengahnya kali ya. Ohiya, btw karena pembaca gua mungkin tidak tau soal RED itu apa-- emang ada yang baca ya?! ya semoga aja ada gitu-- gua akan jelaskan dulu kali ya..
RED itu singkatan dari Research and Educational Development, salah satu divi…

Random.

Gambar
Ini random banget, seharian gua mikirin orang-orang yang pernah gua temuin.
Tiba-tiba gua pengen nelfon nenek Entin di Pangandaran waktu aksi GUIM 7, kangen ngeliat, denger suara satu persatu murid-murid yang gua ajarin di sana, suasana hutannya terutama di depan sekolah, gua kangen Pak Syarif di Manado, gua lagi kangen sama orang-orang baik yang pernah gua temuin. Emang selama ini gua enggak memungkiri sih kalau gua sangat kangen, terutama sama Pangandaran dan Desa Campaka. Sampai hari ini wallpaper hape gua enggak pernah ganti, selalu wajah murid-murid gua, tapi kayaknya enggak mempan buat ngilangin kangennya. Terus tadi pas gua ngaji, bayangan murid-murid gua, rumah Pak Unen, lingkungan sekolah, hutan, sawah di Pangandaran, termasuk wajah Pak Syarif, dan laut di Manado, makin kuat di bayangan gua. Alhasil, gua nangis banyak. Gua juga inget tiba-tiba sama masa-masa dimana gua ketakutan bisa keterima di UI atau enggak. Aneh super. Bingung, kenapa tiba-tiba bisa jadi senangis dan sese…

Belajar Masak.

Topik ini jadi menarik dan terus nyangkut di kepala gua. Mungkin karena sebentar lagi ada acara kepanitiaan yang mewajibkan gua bersama peserta lainnya masak-masak, atau kenyataan Januari nanti ketika gua mengabdi di titik aksi, gua mungkin akan kebagian piket untuk ikut bantu masak. Akhirnya kepala gua enggak bisa berhenti ngebayangin itu semua! di kereta, di tengah baca buku-- sangat mengganggu, di kelas, hampir di semua kegiatan!

Kenyataan bahwa gua enggak bisa masak itu memang benar. Siapapun anak Ibu gua yang ada di dapur, sudah pasti bukan gua. Kalau-pun gua pergi ke dapur, itu pasti karena gua harus cuci piring-- bekas orang yang sibuk masak, atau ngurusin cucian di mesin cuci yang letaknya enggak jauh dari kompor-- kadang gua ngeringin baju dengan badan yang sulit tegap, takut kena cipratan minyak. Paling banter gua bantu ngaduk masakan, itupun kadang suka dikomentarin "bukan gitu cara ngaduknya". Gua memang bisa dibilang enggak pernah bantu masak, bukan artinya gua …

SENTUH

Malem ini gua naik angkot, dan melihat pemandangan lucu yang bisa bikin gua senyum setelah lelah karena lagi-lagi musti pulang malem di malam minggu, dan memikirkan besok di hari minggu-pun masih ada kegiatan lagi yang harus berangkat pagi. Bener-bener beberapa bulan ini, hampir tiap harinya gua gila dengan kegiatan organisasi, tugas kuliah, dan drama lainnya (walaupun gitu, sejauh ini gua merasa semester 5 sangatt menyenangkan dan seimbang, ya meskipun tetep gila sih.....) Baru beberapa waktu kemarin untuk pertama kalinya seumur hidup gua rapat selama kurang lebih 20 jam non-stop! dan tidur cuma sejam. Kemudian, enggak mandi lagi.. terhitung sekitar >24 jam. Nekat! hampir setiap malam ada alasan untuk pulang telat. Sampai ibu gua nanya, "apa sih yang dikerjain?? jangan bertele-tele kalau rapat". Jawaban gua singkat, "enggak bisa mah. Ini masalahnya nentuin nasib orang". Halah gaya juga mungkin pikir ibu gua ni anak, gua sih senyum-senyum aja sambil nyari nasi …

Kereta dan Manusia

Dari kecil gua udah sering banget diajak Bapak gua untuk naik kereta.
Mulai dari kereta kelas ekonomi, ekonomi ac, sampai eksekutif. Semuanya sudah pernah gua alamin.
Kereta kelas ekonomi tanpa pintu, ramainya kelewatan, panas, dan siapapun boleh naik: Abang penjual tahu gerobak, penjual buku-buku mewarnai anak, tukang bambu, senter ajaib, sampai pengemis tanpa kaki, dan tukang sapu dengan permintaan uang di akhirnya.
Tapi kereta selalu menyenangkan buat gua. Enggak canggung untuk senyumin orang satu sama lain, atau ngobrol dengan pembuka percakapan, "turun dimana?". Ngeliat anak kecil yang asik natap jendela besar, dan segala macam pemandangan perjalanan.

Meskipun semakin besar, gua masih kesal.
Tadi pagi, kemarin pagi, atau tahun kemarin pagi, di tengah padatnya kereta bogor-jakarta kota (apalagi tanah abang!!) emosi gua ditarik sama manusia-manusia yang ketakutan enggak bisa turun. Tapi jatuhnya menyusahkan orang lain.
Gua agak kesal aja melihat watak serakah kaya gitu. U…

INFJ TALKS: TRUST AND BESTFRIEND

Gambar
Baru-baru ini gua mikir, siapa sih orang yang gua anggep sebagai sahabat terbaik gua?
Kayaknya jahat banget kalau gua bilang enggak ada. Meskipun pada nyatanya memang gua bertanya-tanya, "siapa ya?" How to define someone as your bestfriend? - dulu (di zaman ketika blog ini super alay, enggak sih, sampe sekarang juga masih, makin parah kayaknya), gua suka nulis soal kisah persahabatan gua. Tapi, karena di satu sisi gua juga mengalami hal yang enggak enak, disitu gua baru memahami diri gua yang terlalu kacau. Sampai pada akhirnya, gua memutuskan untuk not trusting anyone. Berhenti bergantung sama orang lain, dan membatasi diri. gua juga gatau kalau gua bisa secepat itu mengalami trauma/? enggak tau juga sih namanya apa, apa beneran trauma atau bukan. Memang pada dasarnya gua ini orangnya penakut. Kalau ditanya "asa, kamu takut apa aja?", jawabannya bakalan "oh saya takut hantu, gelap, darah, suntikan, barang tajam, listrik, ketinggian, masak telor ceplok, petasan…

HUJAN.

Gambar
Hujan itu rezeki,
dan kata ayah rezeki itu kaya hujan.
-
Liburan semester 4 kemarin banyak banget ngasih gua pelajaran tentang berbagai hal. Sekaligus bagaimana liburan ini diisi dengan hal-hal ajaib yang enggak terduga, dan membantu seorang Asa melewati batas-batas ketakutannya.
Perjalanan pertama gua dimulai dengan pergi ke Temanggung. Karena gua nge-GUIM lagi, dan memang ini kayaknya satu-satunya kegiatan yang bikin gua ketagihan dan konsisten untuk gabung. Pertamakalinya, gua mencoba hal yang namanya survey di wilayah yang enggak gua kenali sebelumnya, nyebrang provinsi pula. Dari mulai mencari-cari koneksi ke kemendikbud sampai akhirnya terhubung dengan pemerintah disdik Kabupatennya, tetiba perjalanan di Temanggung itu jadi terasa mudah aja. Alam temanggung cantik; udaranya dingin, langitnya cerah, kalau malam banyak bintang, pegunungan dan perkebunan dimanamana, sepi, sederhana. Tapi semakin cantik lagi karena kebaikan orang-orang di dalamnya. Perjalanan yang awalnya keliatan s…